BI NTT Gelar Flobamorata Creative Expo 2026 Dorong UMKM Naik Kelas dan Bantu Korban Gempa Flores

Ekonomi 23 Sep 2026 10:08 • 3 min read • 37 views • By Chrispina

Share berita ini

BI NTT Gelar Flobamorata Creative Expo 2026 Dorong UMKM Naik Kelas dan Bantu Korban Gempa Flores
PEREMPUANCENDANA || KUPANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menyelenggarakan FLOBAMORATA Creative...

PEREMPUANCENDANA || KUPANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menyelenggarakan FLOBAMORATA Creative Expo (FCE) 2026 sebagai ruang promosi dan pengembangan kreativitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus mendorong UMKM di NTT untuk meningkatkan kapasitas dan naik kelas.

 

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, dalam kegiatan SASANDO DIA (Sante-Sante Duduk Baomong Deng Media) yang berlangsung di Subasuka Resto Kupang, Senin (21/9/2026).

 

Menurut Adidoyo, FCE 2026 mengusung tema “Flobamorata Berkarya Menuju Perekonomian Berdaya dan Berkelanjutan.” Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan dan menampilkan berbagai produk unggulan NTT, mulai dari wastra atau tenun ikat, kopi hingga produk kuliner.

 

“Tujuan kegiatan ini untuk memperkenalkan dan menampilkan produk-produk unggulan yang ada di NTT serta mendorong UMKM agar naik kelas,” ujar Adidoyo.

 

Ia menjelaskan, FCE telah dilaksanakan sebanyak lima kali dan dalam setiap penyelenggaraannya terus dikembangkan dengan menghadirkan beragam potensi kreatif masyarakat NTT, mulai dari tenun, kopi hingga produk kuliner.

 

FCE 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga menjadi ruang pengembangan kreativitas pelaku UMKM. Melalui kegiatan ini, pelaku usaha didorong untuk meningkatkan kapasitas, memperluas proses usaha, serta menciptakan nilai tambah dari berbagai potensi lokal.

 

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian dalam FCE 2026 adalah produk es krim berbahan kulit pisang dari Kabupaten Belu. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa bahan lokal yang selama ini dianggap sebagai limbah masih dapat diolah secara kreatif menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

 

“Kami ingin UMKM menjadi naik kelas di NTT. Kita ingin meningkatkan kapasitas UMKM yang ada untuk naik kelas. Karena itu, UMKM harus diperkuat,” kata Adidoyo.

 

Selain berorientasi pada penguatan ekonomi, FCE 2026 juga membawa kepedulian sosial bagi masyarakat Flores yang terdampak gempa. Sebagian hasil produk UMKM dalam kegiatan tersebut akan didonasikan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Flores.

 

“Kami juga berempati dengan saudara-saudara yang ada di Flores. Kami terus berinovasi mendorong ekonomi NTT naik kelas sekaligus memberikan bantuan,” ujarnya.

 

Adidoyo mengatakan, konsep FCE tahun ini dirancang agar masyarakat dapat menikmati berbagai produk UMKM lokal sekaligus ikut berkontribusi membantu masyarakat yang terdampak gempa.

 

Dengan konsep tersebut, transaksi ekonomi yang berlangsung selama expo diharapkan memberikan manfaat ganda. Di satu sisi, kegiatan ini memperkuat pelaku UMKM, sementara di sisi lain membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut membantu korban gempa di Flores.

 

“Harapannya adalah masyarakat bisa berdonasi kepada masyarakat di Flores. Kegiatan ini dirancang sedemikian rupa sehingga menarik bagi masyarakat, selain untuk meningkatkan ekonomi dan mendorong UMKM naik kelas, juga bisa membantu saudara-saudara yang terdampak bencana gempa Flores,” pungkasnya.

Perempuan Cendana