Wali Kota Kupang Gerak Cepat Tangani Plafon Rusak SMPN 2: "Jangan Sampai Makan Korban "

Pendidikan 02 Sep 2026 18:20 • 2 min read • 202 views • By Ansel Ladjar

Share berita ini

Wali Kota Kupang Gerak Cepat Tangani Plafon Rusak SMPN 2: "Jangan Sampai Makan Korban "
 PEREMPUANCENDANA || KUPANG – Keselamatan dan kenyamanan siswa menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Kupang. Begitu menerima laporan men...

 PEREMPUANCENDANA || KUPANG – Keselamatan dan kenyamanan siswa menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Kupang. Begitu menerima laporan mengenai plafon rusak yang berpotensi membahayakan warga sekolah, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, langsung turun meninjau kondisi UPTD SMP Negeri 2 Kota Kupang, Selasa (1/9/2026).

 

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., serta Kepala UPTD SMP Negeri 2 Kota Kupang, Naomi Kore Doko, S.Pd.

 

Wali Kota melihat langsung sejumlah bagian plafon yang mengalami kerusakan. Bahkan, beberapa lempengan plafon masih bergelantungan dan berpotensi jatuh sewaktu-waktu.

 

Melihat kondisi tersebut, Christian Widodo meminta pihak sekolah segera melakukan langkah pengamanan agar plafon yang rusak tidak sampai jatuh dan mencederai siswa maupun guru.

 

“Sekarang juga bersihkan. Jangan sampai kena orang. Kalau tidak ada tangga, pinjam di Rujab,” tegas Wali Kota.

 

Menurutnya, persoalan keselamatan di lingkungan sekolah tidak boleh dibiarkan atau menunggu terlalu lama untuk ditangani. Hal-hal yang terlihat sederhana sekalipun harus segera mendapat perhatian apabila berpotensi membahayakan warga sekolah.

 

Wali Kota juga meminta Kepala Sekolah untuk melakukan pembenahan terhadap berbagai sarana dan prasarana sekolah yang mengalami kerusakan paling lambat dalam waktu satu bulan, termasuk fasilitas sederhana seperti gagang pintu.

 

“Jangan dianggap remeh. Ini kelihatannya kecil, tapi bisa mempengaruhi mood belajar peserta didik,” ujarnya.

 

Christian menegaskan, lingkungan belajar yang baik tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga harus didukung kondisi fisik sekolah yang aman, nyaman, dan layak bagi siswa.

 

Sementara itu, untuk penanganan kerusakan plafon yang dinilai mendesak, Pemerintah Kota Kupang akan mengupayakan penganggaran melalui APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.

 

Wali Kota telah meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang untuk segera menghitung kebutuhan anggaran dan menyiapkan teknis perbaikan agar penanganannya dapat dilakukan secara terukur.

 

“Ini yang urgen kita masukkan dalam perubahan. Dinas Pendidikan dan PUPR hitung kebutuhannya,” kata Christian.

 

Selain meninjau kondisi sarana dan prasarana sekolah, Wali Kota juga menyempatkan diri menyapa para siswa dan guru. Kehadirannya disambut antusias oleh warga sekolah yang kemudian mengabadikan momen bersama Wali Kota Kupang.

Perempuan Cendana