Wali Kota Kupang Lantik 148 Pejabat Tekankan Tanggung Jawab, Integritas dan Inovasi

Pendidikan 11 Aug 2026 08:02 • 4 min read • 101 views • By Enjel Lasbaun

Share berita ini

Wali Kota Kupang Lantik 148 Pejabat Tekankan Tanggung Jawab,  Integritas dan Inovasi
PEREMPUANCENDANA || KUPANG- Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi atau kenaikan status, melainkan aman...

PEREMPUANCENDANA || KUPANG- Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi atau kenaikan status, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja, tanggung jawab, integritas, dan pelayanan kepada masyarakat.

 

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota saat melantik dan mengambil sumpah/janji 148 pejabat administrator, pejabat pengawas dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (10/8/2026).

 

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., Ketua DPRD Kota Kupang Richard Elvis Odja, Anggota DPRD Kota Kupang, Forkopimda Kota Kupang, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Edward Pelt, S.H., Ketua TP PKK Kota Kupang dr. Widya Cahya, Ketua DWP Kota Kupang Ellisah Pelt-Lumban Tobing, para Staf Ahli Wali Kota, para Asisten Sekda, serta pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang.

 

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Ia mengingatkan bahwa semakin tinggi jabatan yang diemban, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul.

 

“Jabatan dan tanggung jawab itu berjalan bersama. Tidak ada jabatan tanpa tanggung jawab. Semakin tinggi jabatan, semakin besar pula tanggung jawab yang harus kita emban,” tegasnya.

 

Rotasi untuk Mendorong Kreativitas

Menurut Wali Kota, rotasi dan penempatan aparatur pada posisi baru merupakan bagian dari upaya memberikan ruang bagi pegawai untuk berkembang, meningkatkan kreativitas dan inovasi, sekaligus menghindari kejenuhan karena terlalu lama berada pada satu posisi.

 

Ia menilai pengalaman dan kemampuan aparatur perlu terus dikembangkan agar karier tidak berhenti pada satu titik.

 

“Kalau kita ingin melihat kreativitas seseorang, berikan dia jabatan. Dari situ akan terlihat apakah dia mampu membawa inovasi atau justru kalah dengan jabatan yang diberikan,” ujarnya.

Lurah Diminta Utamakan Pelayanan Masyarakat

 

Perhatian khusus diberikan Wali Kota kepada para lurah yang baru mendapat amanah. Menurutnya, kelurahan merupakan ujung tombak pemerintahan karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

 

Ia meminta para lurah memastikan berbagai pelayanan, mulai dari administrasi kependudukan, surat-surat yang dibutuhkan masyarakat, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), pendataan warga, hingga pelayanan lainnya dapat dilakukan secara tertib, cepat dan responsif.

 

“Kelurahan adalah ujung tombak program pemerintah. Karena itu, saya titip agar pelayanan di kelurahan benar-benar dibenahi. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat harus dilayani dan diselesaikan dengan baik,” katanya.

 

Anggaran Terbatas Bukan Alasan Berhenti Berinovasi

Wali Kota juga meminta pejabat yang baru dilantik mampu bekerja kreatif di tengah keterbatasan anggaran.

 

Menurutnya, efisiensi tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pelayanan maupun program pemerintah. Sebaliknya, keterbatasan anggaran harus mendorong aparatur untuk memperbaiki cara kerja, mencari alternatif solusi dan memperkuat kolaborasi.

 

“Anggaran terbatas berarti cara kerja kita yang harus diperbaiki. Jangan sedikit-sedikit mengatakan tidak bisa. Kita harus mencari jalan lain, berkolaborasi dan berpikir kreatif,” tegasnya.

 

Ia mendorong aparatur memanfaatkan berbagai peluang kolaborasi, termasuk dengan dunia usaha melalui dukungan Corporate Social Responsibility (CSR), sepanjang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Menurutnya, masa efisiensi justru menjadi momentum untuk menunjukkan kualitas kinerja aparatur.

 

“Bintang itu terlihat paling terang ketika malam. Begitu juga dengan kita. Ketika situasi sedang sulit dan banyak keterbatasan, orang yang mampu bekerja dengan baik, kreatif dan inovatif akan terlihat,” ungkapnya.

 

Jaga Integritas dan Disiplin

Wali Kota mengingatkan seluruh pejabat agar menjaga amanah yang diberikan dengan menjunjung tinggi integritas, disiplin, profesionalitas dan kejujuran.

Ia menegaskan kewenangan yang melekat pada jabatan harus digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi.

 

“Pemerintah itu tugasnya melayani. Jangan bermain-main dengan kewenangan yang diberikan. Jaga integritas, bekerja profesional, jujur dan bertanggung jawab,” pesannya.

 

Kedisiplinan aparatur juga menjadi perhatian. Wali Kota meminta para pimpinan di perangkat daerah maupun kelurahan tidak membiarkan adanya aparatur yang tidak disiplin dalam menjalankan kewajibannya.

 

“Kalau ada staf yang datang terlambat, pulang lebih cepat, atau tidak bekerja sebagaimana mestinya, pimpinan harus bertanggung jawab. Saya tidak mencari orang yang hanya memegang jabatan, tetapi pemimpin yang mampu memimpin dan melayani masyarakat dengan baik,” tegasnya.

 

148 Pejabat Dilantik

Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik menjadikan jabatan sebagai kesempatan untuk menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

 

Menurutnya, kemajuan Kota Kupang tidak hanya ditentukan oleh kebijakan besar, tetapi juga oleh kerja nyata setiap aparatur di tempat masing-masing.

 

“Kalau Kota Kupang maju, bukan karena obor yang dinyalakan di kantor-kantor. Kota Kupang maju karena ada cahaya-cahaya kecil yang dinyalakan di setiap kantor, sampai di kantor lurah dan keluarga-keluarga di Kota Kupang. Itulah yang membuat Kota Kupang berjaya,” pungkasnya.

 

Sebanyak 148 pejabat yang dilantik terdiri atas 85 pejabat struktural dan 63 pejabat fungsional.

 

Dari 85 pejabat struktural tersebut, sebanyak 2 orang menduduki jabatan Eselon III/a, 14 orang Eselon III/b, 49 orang Eselon IV/a, dan 20 orang Eselon IV/b.

 

Sementara itu, 63 pejabat fungsional terdiri atas 56 orang melalui pengangkatan pertama, 2 orang melalui mekanisme inpassing, dan 5 orang melalui perpindahan dari jabatan lain.

Perempuan Cendana